Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia

Kantor Wilayah Sumatera Selatan

KANTOR IMIGRASI KELAS II NON TPI MUARA ENIM

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Hadiri Rapat dengan Plt Bupati Muara Enim terkait TKA PLTU Sumsel I

Mencuatnya laporan dari masyarakat serta pemberitaan di media massa perihal masuknya 38 tenaga kerja asing (TKA) baru asal Tiongkok ke proyek PLTU Sumsel I di Kecamatan Rambang Niru yang menimbulkan kekisruhan warga beberapa hari lalu, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH panggil manajemen PT. Guangdong Power Energy Co. Ltd (GPEC).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Imigrasi Kelas ll Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Juniartha SH MAP, kepala Dinas Ketenagakerjaan Hj Herawati SH, serta menejemen PT GPEC.

Dalam sampaian nya Juarsah mengatakan, sebagai subkontraktor yang menaungi buruh meminta pihak perusahaan untuk menjalin komunikasi yang baik dan lebih menghargai keberadaan pemerintah daerah sebagai institusi negara yang menaungi wilayah maupun masyarakat di daerah.

Lanjut Juarsah berujar, sempat menyampaikan kekecewaannya kepada manajemen PT. GPEC yang dinilai tidak melaporkan rencana kedatangan TKA baru kepada pemerintah daerah. Menurutnya, meskipun semua kelengkapan dokumen perizinan maupun dokumen kesehatan sudah lengkap dan legal dari pemerintah pusat, namun seharusnya pihak perusahaan juga menyampaikan pemberitahuan ataupun izin domisili kepada pemerintah daerah. Dengan demikian pemerintah daerah dapat memberikan informasi dan keterangan yang jelas kepada masyarakat.

” Saya minta kedepannya PT GPEC setiap keluar masuknya TKA harus berkoordinasi terlebih dahulu ke Pemda Muaraenim, agar tidak terjadi lagi miss komunikasi antara masyarakat dengan PT GPEC, apa lagi dengan kondisi suasa pandemi saat ini memang sangat sensitif sekali bagi masyarakat, apa bila kita tidak bisa mengambil langkah langkah yang tepat., ” Tegas Juarsah.

Lebih lanjut Juarsah meminta pihak perusahaan untuk melibatkan pemerintah daerah, terutama dalam hal-hal yang sensitif menyangkut kepentingan rakyat. Dirinya juga berharap akhir tahun ini PT. GPEC dapat kembali merekrut 200 tenaga kerja lokal dan menghimbau PT. GPEC agar aktif dalam kegiatan CSR, termasuk merangkul dunia usaha lokal, seperti membeli material maupun produk makanan dari UMKM yang ada di Kabupaten Muara Enim,” Ucap Juarsah.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Proyek PT. GPEC, Mr. Liu Jian Jun, didampingi Manajer Humas PT. Shenhua Guohua Lion Power Indonesia (SGLPI) sebagai kontraktor proyek, Herida meminta maaf atas kekisruhan dan kesalahpahaman yang terjadi sehubungan dengan kedatangan 38 orang TKA baru asal Tiongkok ini. Dirinya mengakui bahwa belum ada pemberitahuan kepada Pemkab Muara Enim dan menyadari itu sebagai kekeliruan yang kedepan akan menjadi perbaikan.

Dijelaskan pula bahwa semua dokumen dan perizinan termasuk protokol kesehatan, melalui karantina 14 hari, rapid tes maupun swab tes Covid-19 sudah dilakukan sesuai prosedur. Seluruh TKA tersebut juga merupakan tenaga kerja ahli dengan pendamping, bukan dipekerjakan sebagai tenaga kerja non-terampil.

” Kami meminta maaf atas miss komunikasi ini, jelas akan menjadi evaluasi kami untuk kedepannya lebih intens lagi berkoordinasi satu sama lain terutama kepada Pemkab Muaraenim,

38 TKA baru tersebut merupakan tenaga ahli dengan penerjemah, miliki dokumen resmi, dan miliki surat sehat (negatif) dari covid-19 dari Indonesia,” Terang Mr. Liu di dampangi penerjemah Herida.

” Terkait permintaan tersebut akan kami akan Rapat kan kembali kepada majemen perusahaan, sebagai bentuk sinergitas perusahaan dan masyarakat,” Jelasnya Herida.

Sementara itu Kepala Imigrasi Kelas II Non-TPI Muara Enim, Made Nur Hepi Juniarta, SH M.A.P yang turut hadir, juga membenarkan keterangan pihak PT. GPEC yang menyatakan bahwa seluruh dokumen perizinan keimigrasian 38 TKA tersebut sudah legal berdasarkan ketentuan Kemenkumham RI.

” Semua dokumen ketenagakerjaan dan kesehatanpun juga dinyatakan lengkap, yang jelas kami Imigrasi Muara Enim apa bila ada yang menyalahi aturan dari PT GPEC akan kami tindak tegas dengan aturan hukum yang berlaku,” Pungkas Made, Kamis (1/10/2020).

sumber : https://wartainspirasi.com/2020/10/plt-bupati-panggil-manajemen-pt-gpec-pltu-sumsel-l-juarsah-hanya-miss-komunikasi/